Pemimpin yang Sekarang ini Sudah Gagal

TEMPO Interaktif, Edisi 47/02 – 24/Jan/1998

Wawancara Dr. Hermawan Sulistyo:

Agaknya barisan yang menolak Presiden Soeharto untuk menjabat sebagai Presiden RI yang ketujuh kalinya semakin bertambah panjang. Jika beberapa waktu lalu suara itu hanya terdengar dari kalangan intelektual dan mahasiswa, kini penolakan datang dari 19 peneliti LIPI. Mereka memang bagai “oase” di padang tandus birokrasi. Selasa lalu, 19 orang itu menyatakan keprihatinan dengan krisis yang terjadi sekarang ini dan menganggap perlu pergantian kepemimpinan nasional.

Continue reading

Advertisements

Tidak Pernah Kepercayaan Rakyat Turun Serendah Ini

Tempo, Edisi 45/02 – 10/Jan/1998

Wawancara Hermawan Sulistyo:

Kekuasaan Orde Baru sudah mencapai batas maksimalnya, ujar pengamat Arbi Sanit. Dosen Universitas Indonesia itu agaknya meninjau faktor politik sebagai pondasi paling dominan guna tegak atau runtuhnya suatu rejim kekuasaan. Jika Orla tumbang dalam sepuluh tahun, maka Orba hanya mampu tegak 30 tahun.

Continue reading

Suksesi Indonesia Akan Seperti Thailand

TEMPO Interaktif, Edisi 40/02 – 05/Des/97

Wawancara Hermawan Sulistyo:

SUKSESI selalu menarik dibahas. Apalagi, sejak Presiden Soeharto di ultah Golkar pada tanggal 19 Oktober 1997 lalu, mengungkapkan kata-kata lengser keprabon, madhed pandito—istilah-istilah suksesi khas kerajaan Jawa. Makna ungkapan Presiden itu, jika seorang tak lagi berkuasa, maka dia berdiri tegak sebagai begawan. Soalnya adalah: apakah ungkapan—apalagi tindakan—seperti diucapkan Kepala Negara itu relevan dalam konteks negara Republik ini. Paling tidak, ungkapan Pak Harto itu menunjukkan bahwa penafsiran tentang bagaimana suksesi akan berjalan di Indonesia rupanya masih bermacam ragam.

Continue reading